DaerahPemerintahan

TINGGINYA AKTIVITAS DI PERAIRAN DANAU TOBA TANPA EKOLOGI MENJADI SOROTAN MEDIA

Masalah Lingkungan Danau Toba

Samosir, tabloidvisual.com, Marak nya aktifitas di perairan Danau Toba berakibat tingginya pencemaran di wilayah perairan Danau Toba menjadi sorotan Media pada temu Pers dalam rangka pelaksanaan Aquabike Jetski Championship di Kabupaten Samosir yang diadakan di lokasi Water Fromt City Pangururan pada Kamis, (14/11/2022) dengan nara sumber Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, Kadis Kominfo, Immanuel Sitanggang, Staf Ahli Bupati, Rudi Siahaan, Kadis Perhubungan diwakili Kabid LLAJ Harri Naibaho dan Kabid ASDP Rikardo Sidabutar, serta seluruh pers/jurnalis yang terdaftar di Kabupaten Samosir.

 

Rudi SM Siahaan, AP, MM, SAB Bidang Tata Kelola Pemerintahan, menjelaskan Kegiatan Aquabike Jetski World Championship 2024 diselenggarakan di empat kabupaten diantaranya Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, Kabupaten Simalungun dan puncaknya di Kabupaten Samosir. Event Aquabike Jetski World Championship merupakan tahun kedua pelaksanaanya di kawasan Danau Toba.
Event ini akan diikuti oleh pembalap dari 30 negara dan 10 pembalap nasional. Untuk mensukseskannya, Pemkab Samosir telah melakukan rekayasa lalu lintas disepanjang Kota Pangururan, serta menggelar berbagai site event yaitu pagelaran seni budaya, panggung ekspresi, zumba, fashion show, festival band, lomba Solu Bolon dan hiburan artis nasional dan lokal.

Kepala Dinas Budpar Tetty Naibaho memaparkan bahwa kegiatan bertaraf internasional ini mengusung tema” Spirit Of Lake Toba ” berlangsung mulai tanggal 13 s.d 17 November 2024. Keberhasilan penyelenggaraan Aquabike Jetski tahun lalu, menjadi daya tarik dan pemicu para rider luar negeri untuk berpartisipasi tahun ini. Untuk tahun ini pesertanya semakin banyak, dan dari beberapa rider yang kami temui, mengakui bahwa Danau Toba merupakan venue terbaik dari semua venue Aquabike Jetski World Championship series.

Dalam sesion Tanya jawab, jurnalis tabloidvisual.com menyoroti bahwa Danau Toba merupakan Jantungnya Orang Batak yang menjadi ikon pariwisata tujuh kabupaten sekawasan Danau Toba, tetapi air Danau Toba ini juga menjadi sumber kehidupan dan kebutuhan sekitar 60% masyarakat Kabupaten Samosir.

Semakin tingginya aktivitas di perairan Danau Toba semakin berdampak kepada tingginya tingkat pencemaran diperairan Danau Toba dan bila hal ini tidak cepat mendapat antisipasi dari pemerintah maka para pejabat sekarang telah mewariskan kepada generasi selanjutnya menjadi Danau Mati dan sampai sekarang dalam anggaran Pemerintah Kabupaten Samosir bahwa Kabupaten Samosir belum berpikir menampung Anggaran untuk menjaga ekologi Danau Toba dan masih berfokus kepada pembersihan eceng gondok yang semakin cepat bertumbuh dan berkembang diperairan Danau Toba akibat dampak pencemaran. Tumbuh suburnya eceng gondok di perairan Danau Toba ini, sebenarnya sangat baik untuk menjaga kualitas air Danau Toba dari tingkat pencemaran.

Rudi SM Siahaan, AP, MM, SAB Bidang Tata Kelola Pemerintahan, juga pengelola WFC menjelaskan bahwa hal yang dipertanyakan media itu telah menjadi isu Nasional dari hulu hingga hilir kawasan Danau Toba dan dalam jangka waktu tiga tahun kedepan melalui izin mendirikan bangunan akan ditertibkan bahwa limbah rumah tangga tidak diperbolehkan lagi langsung ke Danau Toba dan sekali tiga tahun akan dilakukan penyedotan septi tank warga, begitu juga dengan perkapalan wajib memiliki penampungan limbah dan setelah selesai beroperasi akan dilakukan penyedotan dari tempat penampungan limbah di kapal tersebut.

Kadis Kominfo, Immanuel Sitanggang menyampaikan bahwa sorotan media terkait tingginya aktivitas di perairan Danau Toba yang berdampak kepada tingkat pencemaran air Danau Toba ini telah menjadi masukan dan catatan Kominfo yang akan disampaikan di Pemkab Samosir. (Parlin T)

Related Articles

Back to top button