Daerah

Wiyatno Pimpin Apel Karhutla, Tancap Gas Cegah Api

KUALA KAPUAS, tabloidvisual.com – Musim kemarau panjang mengintai. Bupati Kapuas H.M. Wiyatno tak mau kecolongan. Jumat 19/6/2026, ia pimpin Apel Siaga Karhutla 2026 di area PT Globalindo Agung Lestari GAL, Estate Lamunti.

Rangkaian ditutup penandatanganan MoU GAL dengan Masyarakat Peduli Api MPA. Pesannya satu: semua elemen harus siaga penuh hadapi El Nino yang diprediksi moderat-kuat sampai 2027.

Apel + MoU: Sinergi Pemerintah, Perusahaan, Warga
Apel diikuti ratusan personel. Ada karyawan GAL Estate Lamunti Barat, Timur, Plasma, Mangkatip, UAI, plus warga dan desa sekitar. Hadir juga Dandim, WakaPolres, Forkopimda.

Wiyatno apresiasi komitmen GAL. “Apel ini bukti keseriusan perusahaan hadapi kemarau. Sinergi dengan pemerintah, aparat, dan masyarakat wajib diperkuat,” tegasnya.

MoU GAL-MPA jadi langkah strategis. MPA dikuatkan sebagai garda depan: patroli, sosialisasi, pantau wilayah, lapor dini, padamkan api awal.

*El Nino Ancam, Mantangai Jadi Prioritas*
BMKG prediksi kemarau 2026 lebih panjang dan kering dari normal. Puncaknya Juli-September. El Nino berpotensi kuat hingga awal 2027.

Wiyatno ingatkan: Kapuas punya lahan gambut luas, rawan terbakar. Mantangai jadi prioritas karena dominasi gambut. Pelajaran 2025 pahit: 274,79 hektare lahan terbakar, tertinggi di Kalteng. Mantangai sendiri 132,69 Ha.

“Karhutla masih nyata. Gambut terbakar sulit dipadamkan, butuh biaya besar, dampak ke kesehatan dan lingkungan luas. Pencegahan harus jadi prioritas utama,” ujarnya.

*Arahan Tegas: Sarpras 100% Siap, Patroli Digenjot*
Bupati beri arahan konkret ke GAL: pastikan sarpras Karhutla operasional 100%, genjot patroli terpadu di titik rawan, optimalkan embung-sekat kanal-menara pantau, perkuat koordinasi BPBD-TNI-Polri-Manggala Agni-desa.

“MoU ini jangan jadi kertas. Wujudkan aksi nyata di lapangan. Lindungi lingkungan dan warga dari ancaman api,” tutup Wiyatno.

Harapannya jelas: sinergi Pemkab-Kapuas, GAL, TNI-Polri, MPA makin solid. Targetnya, Karhutla 2026 bisa ditekan seminimal mungkin.

(Bambang Irawan)

Related Articles

Back to top button