DaerahKesehatanSosial

“Silent Killer” Kolesterol Dibongkar RSUD Kapuas Lewat Siaran Radio 98,1 FM

KUALA KAPUAS – tabloidvisual.com RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kapuas menggaungkan edukasi kesehatan lewat udara. Bekerja sama dengan RSPD Kapuas 98,1 FM, rumah sakit mengulas tuntas pentingnya cek kolesterol sejak dini, Senin 29/6/2026.

Siaran interaktif dipandu M. Nasrullah dan Joni Setiawan dari Diskominfo Kapuas. Hadir sebagai narasumber dr. Alvin Hartanto Kurniawan, Sp.PK, Dokter Spesialis Patologi Klinik, Dwi Widjajanti, SST, Kepala Instalasi Laboratorium, dan Popo Subroto, SKM, M.I.Kom, Koordinator Promkes RSUD Kapuas.

Kolesterol Tinggi Tak Selalu Ada Gejala

dr. Alvin menjelaskan, pemeriksaan kolesterol bertujuan mengukur kadar lemak dalam darah. Komponen yang umum diperiksa adalah kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL.

Fakta mengejutkan: 90% kasus kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala. “Banyak yang merasa sehat, padahal lemak sudah menumpuk di pembuluh darah. Tahu-tahu terserang stroke atau jantung koroner,” ujarnya.

Ia mengingatkan, jangan menunggu muncul nyeri leher, tengkuk, atau kepala baru periksa. “Cek kolesterol sedini mungkin. Apalagi usia di atas 40 tahun, punya hipertensi, diabetes, obesitas, perokok, atau riwayat jantung-stroke di keluarga,” tegasnya.

Cek Kolesterol di RSUD Mulai Rp35 Ribu, Harus Puasa 12 Jam

Dwi Widjajanti merinci layanan Laboratorium RSUD Kapuas. Masyarakat bisa langsung datang dan menyampaikan ingin cek kolesterol.

“Paket kolesterol total dan trigliserida Rp35 ribu. Untuk LDL dan HDL sekitar Rp100 ribuan,” sebutnya.

Syarat penting: puasa 12 jam sebelum pengambilan darah. Artinya, jika cek pukul 08.00 WIB, makan terakhir pukul 20.00 malam sebelumnya. Hanya air putih yang diperbolehkan.

LDL Jahat, HDL Baik: Kenali Perbedaannya

Trigliserida adalah lemak cadangan energi. Jika berlebih bisa naikkan risiko jantung dan stroke, terutama bila dibarengi LDL tinggi atau HDL rendah.

LDL disebut “kolesterol jahat” karena menumpuk di dinding pembuluh dan menyebabkan penyempitan. Sebaliknya, HDL “kolesterol baik” berfungsi mengangkut kelebihan kolesterol kembali ke hati untuk dibuang. Karena itu, kadar HDL harus dijaga agar tidak rendah.

Hasil Tinggi? Tenang, Ubah Gaya Hidup dan Konsultasi Dokter

dr. Alvin menegaskan, angka kolesterol tinggi bukan vonis sakit jantung. “Itu tanda untuk mulai perbaiki diri,” katanya.

Langkah awal: kurangi gorengan, jeroan, fast food, perbanyak sayur, dan rutin olahraga agar lemak terbakar. Jika kadar tetap tinggi disertai LDL tinggi dan HDL rendah, dokter biasanya meresepkan obat.

Hasil lab harus dikonsultasikan ke dokter di puskesmas, klinik, atau Poli Penyakit Dalam RSUD untuk penyesuaian dosis. “Cek ulang perlu dilakukan 1-2 bulan untuk lihat efektivitas obat. Kalau sudah normal, cukup cek 3-6 bulan sekali,” jelasnya.

Ia juga meluruskan mitos obat kolesterol. “Obat yang sesuai anjuran dokter risikonya kecil. Yang berbahaya justru menghentikan obat sendiri tanpa konsultasi. Itu bisa picu serangan jantung dan stroke,” tutupnya. (Bambang Irawan)

Related Articles

Back to top button