Sejumlah Kalangan Soroti Kinerja Dirlantas Polda Jabar, Minta Evaluasi Pelayanan Lalu Lintas

JAWA BARAT, BANDUNG TABLOIDVISUAL.COM – 21 September 2026 — Sejumlah kalangan menyampaikan sorotan terhadap kinerja Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Raydian Kokrosono, S.I.K., M.H.
Kombes Pol. Raydian Kokrosono diketahui menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat sejak Januari 2026. Pergantian tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.
Sorotan sejumlah kalangan tersebut antara lain berkaitan dengan pelayanan publik, penegakan hukum lalu lintas, serta keterbukaan informasi mengenai penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana masyarakat memperoleh penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme, penerapan, dan pelaksanaan ETLE di wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Sebelumnya, Ditlantas Polda Jawa Barat menyampaikan bahwa sekitar 30 unit ETLE Mobile Handheld telah didistribusikan ke Ditlantas dan jajaran Polres di Jawa Barat. Sistem tersebut digunakan untuk menjangkau lokasi yang belum terpantau ETLE statis serta mengurangi interaksi langsung antara petugas dan pelanggar.
Dalam konteks tersebut, TabloidVisual.com berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Kombes Pol. Raydian Kokrosono melalui sambungan telepon terkait persoalan tilang ETLE.
Dalam komunikasi tersebut, menurut keterangan pihak yang melakukan konfirmasi, Dirlantas menyampaikan agar persoalan tersebut dibicarakan atau dikonfirmasi langsung ketika bertemu di lapangan.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari Kombes Pol. Raydian Kokrosono mengenai substansi pertanyaan yang diajukan terkait pelaksanaan ETLE tersebut.
Sejumlah pihak yang menyampaikan kritik menilai perlu adanya evaluasi terhadap pelayanan dan komunikasi publik Ditlantas Polda Jawa Barat. Mereka berharap masyarakat mendapatkan informasi yang jelas, mudah diakses, serta dapat dipertanggungjawabkan mengenai mekanisme penindakan pelanggaran lalu lintas melalui ETLE.
Di sisi lain, pemberitaan sejumlah media sepanjang 2026 menunjukkan bahwa Ditlantas Polda Jawa Barat di bawah kepemimpinan Raydian juga menjalankan berbagai kegiatan, antara lain penerapan ETLE Mobile Handheld, pengecekan jalur arteri, pengamanan arus mudik dan balik, serta edukasi keselamatan lalu lintas.
Karena itu, pernyataan mengenai apakah kepemimpinan seseorang berhasil atau gagal merupakan penilaian yang perlu didukung data, indikator kinerja, dan ruang klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.
Sejumlah kalangan yang menyampaikan kritik berharap Polda Jawa Barat melakukan evaluasi secara objektif terhadap pelayanan lalu lintas, khususnya transparansi penegakan hukum berbasis elektronik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian dapat terus diperkuat.
Redaksi TabloidVisual.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kombes Pol. Raydian Kokrosono maupun pihak Polda Jawa Barat atas pemberitaan ini.
Ferdinand S.H



