Terkini

Sampah Pasar Induk Kramat Jati, Warga Kelurahan Tengah Resah

Jakarta Timur, tabloidvisual.com – Warga Kelurahan Tengah, khususnya RT 09/RW 04, RT 07, RT 12, dan RT 08, mengeluhkan dampak serius akibat penumpukan sampah Pasar Induk Kramat Jati. Tumpukan sampah dinilai memicu masalah kesehatan, lingkungan, hingga keresahan sosial.

Sejumlah pedagang dan warga sekitar menuturkan, sampah yang tidak tertangani menimbulkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan di pasar terbesar di Jakarta itu. “Kalau dibiarkan terus, sampah bisa mengganggu aktivitas kendaraan pengunjung yang mengangkut barang dagangan yang menimbulkan kemacetan karena jalan menyempit akibat tumpukan sampah,” ujar salah satu pedagang, Sabtu (20/9).

Pantauan tim Jurnalis Visual menunjukkan, sampah masih menumpuk di sejumlah titik area pasar. Warga menilai penanganannya belum maksimal dan mendesak agar pengelola pasar segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mencari solusi yang efektif.

Permasalahan serupa bukan kali pertama terjadi. Isu sampah di Pasar Induk Kramat Jati sebelumnya juga pernah mendapat sorotan publik karena menyangkut kebersihan, kesehatan lingkungan, serta kenyamanan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Tumpukan sampah disebut menimbulkan pencemaran udara, air, dan tanah. Selain itu, keberadaan lalat dan tikus di lokasi dikhawatirkan memicu penyakit menular. Kondisi semakin parah saat musim hujan, ketika air bercampur sampah turun mengalir ke lingkungan warga. “Kalau hujan, air sampah itu turun kebawah yang merupakan kawasan pemukiman warga yang tinggal di samping pasar. Baunya luar biasa, kami sudah sangat resah,” keluh seorang warga.

Masyarakat mendesak agar sampah segera diangkut tuntas dan sarana prasarana pengelolaan sampah ditingkatkan. Mereka menilai keterbatasan armada pengangkutan menjadi salah satu penyebab utama persoalan ini berlarut-larut. Ungkap warga kepada team media visual.

Jay

Related Articles

Back to top button