Ekonomi & BisnisTerkini

Penataan dan Pemberdayaan PKL di Pasar Induk Kramat Jati

Jakarta Timur, tabloidvisual.com –  Manager Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Agus Lamun, mengambil langkah terpadu dalam menata dan memberdayakan Pedagang Kaki Lima (PKL). Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari menciptakan ketertiban umum sekaligus mendukung penguatan ekonomi rakyat kecil. Strategi yang diterapkan meliputi penetapan lokasi binaan, penertiban secara humanis, serta pembinaan berkelanjutan.

Penataan dan Penertiban PKL

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menetapkan lokasi khusus bagi PKL, seperti lokasi binaan di dalam pasar atau kawasan yang sesuai peruntukannya. PKL yang berjualan di area yang mengganggu ketertiban umum dipindahkan secara bertahap ke lokasi yang telah disediakan. Selain itu, dilakukan pengawasan rutin serta penerapan sanksi administratif atau penutupan sementara bagi pelanggar aturan, demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

Pembinaan dan Pemberdayaan PKL

Agus Lamun juga menaruh perhatian besar pada aspek pembinaan dan pemberdayaan. Edukasi mengenai peraturan serta pelatihan untuk meningkatkan kemandirian PKL menjadi bagian penting dari program ini.

Pendekatan yang digunakan bersifat multiguna, mencakup pendekatan budaya dan sosial yang mempertimbangkan kebutuhan serta karakteristik para pedagang. Pendekatan humanistik pun dikedepankan, di mana PKL dipandang sebagai bagian dari kekuatan ekonomi rakyat yang perlu didukung, bukan ditindak secara represif.

Dengan pendekatan yang menyeluruh ini, diharapkan tercipta keseimbangan antara ketertiban pasar dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.

Jayadi

Related Articles

Back to top button