Daerah

Inflasi Palangka Raya 0,70% di periode sama.

KUALA KAPUAS, tabloidvisual.com – Kabupaten Kapuas catat deflasi 0,32% pada Mei 2026. Angka ini berbanding terbalik dengan inflasi nasional 0,28% dan inflasi Palangka Raya 0,70% di periode sama.

Untuk jaga tren positif itu, Pemkab Kapuas gelar Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Senin 8/6/2026 di Ruang Rapat Setda. Kegiatan dirangkai sosialisasi Jaminan Produk Halal untuk pelaku usaha.

Rakor dipimpin Asisten II Setda Kapuas Kusmiati, ST., M.Si. Hadir jajaran OPD dan instansi terkait, sebagian ikut virtual.

*Cabai & Minyak Goreng Pemicu Inflasi Nasional*
Paparan data menunjukkan kelompok makanan, minuman, tembakau masih jadi penyumbang inflasi terbesar. Komoditas yang naik harganya: cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras.

Inflasi tahunan nasional tercatat 3,08%. Sementara Kapuas justru deflasi, artinya harga sejumlah barang turun dan daya beli masyarakat lebih terjaga.

*Kusmiati: Sinergi Kunci Stabilitas Harga*
Asisten II Kusmiati tegaskan pengendalian inflasi butuh kerja bareng semua pihak. Tujuannya jaga stabilitas harga dan stok bahan pokok agar ekonomi daerah tumbuh sehat.

“Koordinasi antar instansi harus jalan efektif. Apalagi saat harga kebutuhan pokok naik-turun, dampaknya langsung ke masyarakat,” ujar Kusmiati.

*Produk Halal Dongkrak Daya Saing UMKM*
Sesi kedua fokus sosialisasi sertifikasi halal. Pemkab dorong pelaku usaha urus jaminan produk halal biar produk lokal lebih dipercaya konsumen dan naik kelas.

“Sertifikasi halal bukan cuma wajib, tapi juga strategi tingkatkan daya saing produk Kapuas sekaligus beri kepastian ke pembeli,” jelas Kusmiati.

Melalui rakor ini, Pemkab berharap upaya tekan inflasi makin kuat dan implementasi produk halal dipercepat. Targetnya: ekonomi Kapuas berkelanjutan dan warga terlindungi.

(Fitria Agustina)

Related Articles

Back to top button