Cegah Anemia Sejak Dini, RSUD Kapuas Ajak Masyarakat Cek Hemoglobin Rutin

KUALA KAPUAS, tabloidvisual.com – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas kembali mengisi program edukasi kesehatan di Radio Siaran Pemerintah Daerah atau RSPD 98,1 FM. Siaran berlangsung pada Rabu 30/7/2026 dan mengangkat topik anemia sebagai salah satu gangguan kesehatan yang sering diabaikan masyarakat.
Narasumber yang hadir adalah dr. Alvin Hartanto Kurniawan, Sp.PK Dokter Spesialis Patologi Klinik, Dwi Widjajanti, SST selaku Kepala Instalasi Laboratorium, serta Popo Subroto, SKM., M.I.Kom selaku Koordinator Promosi Kesehatan RSUD. Acara dipandu penyiar RSPD Kurnianto Suhadi dan M. Nasrullah.
Luruskan Pemahaman: Anemia Bukan “Kurang Darah”
dr. Alvin menjelaskan, istilah “kurang darah” yang beredar di masyarakat perlu diluruskan. Anemia bukan berarti volume darah berkurang, melainkan penurunan jumlah sel darah merah sehat atau kadar hemoglobin dalam darah.
“Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Saat kadarnya rendah, pasokan oksigen ke organ berkurang. Akibatnya tubuh terasa lemas, cepat lelah, pucat, pusing, hingga sesak napas,” jelasnya.
Gejala anemia sering disingkat 4L: lemah, letih, lesu, dan lelah. Pada kasus berat, gejala bisa muncul saat beraktivitas ringan seperti jalan beberapa meter atau naik tangga.
3 Penyebab Utama Anemia yang Perlu Diwaspadai
Menurut dr. Alvin, ada tiga penyebab anemia yang paling umum. Pertama, defisiensi zat besi yang banyak terjadi pada anak, remaja, dan ibu hamil karena kebutuhan gizi tidak terpenuhi.
Kedua, kehilangan darah, misalnya pada penderita ambeien atau wanita dengan menstruasi berlebih.
Ketiga, penyakit kronis seperti gagal ginjal, talasemia, dan kelainan darah lainnya.
Ia menegaskan, pengobatan anemia tidak bisa disamaratakan. “Minum tablet tambah darah saja tidak cukup. Penyebabnya harus dicari dulu. Misalnya pada ambeien, pendarahannya harus dihentikan dulu. Pada gangguan menstruasi, siklusnya perlu diatur oleh dokter kandungan,” terang dr. Alvin.
Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium Rutin
Dwi Widjajanti menambahkan, satu-satunya cara memastikan seseorang mengalami anemia adalah melalui pemeriksaan darah di laboratorium. Pemeriksaan yang umum dilakukan adalah darah lengkap atau darah rutin.
“Nilai normal hemoglobin pada pria 13,5-17,5 g/dL, wanita 12-16 g/dL, dan ibu hamil di atas 11 g/dL. Jika berada di bawah angka tersebut, maka dikategorikan anemia,” ungkapnya.
Pemeriksaan ini bisa dilakukan di laboratorium RSUD, Labkesda, maupun Puskesmas. Kelompok yang disarankan rutin cek darah antara lain anak-anak, remaja putri, ibu hamil, lansia, penderita ambeien, dan orang dengan riwayat penyakit ginjal.
“Anemia sering datang diam-diam. Kalau dibiarkan, risikonya besar. Pada lansia bisa meningkatkan risiko jatuh. Karena itu sebaiknya cek darah lengkap 6 bulan sampai 1 tahun sekali,” pungkas dr. Alvin menutup sesi edukasi. (Fitria Agustina)



