Terkini

Bupati Kapuas Dorong GTRA Percepat Penyelesaian Konflik Agraria dan Tata Kelola Lahan Berkeadilan

Bupati Kapuas Dorong GTRA Percepat Penyelesaian Konflik Agraria dan Tata Kelola Lahan Berkeadilan

KUALA KAPUAS, tabloidvisual.com –   Pemkab Kapuas menguatkan langkah pelaksanaan Reforma Agraria. Bupati H.M. Wiyatno membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria atau GTRA Kapuas di Ruang Rapat Bupati, 30/6/2026.

Sekda Kapuas Dr. Usis I. Sangkai turut mendampingi. Rapat diikuti GTRA Kapuas, Kantor Pertanahan, OPD terkait, instansi vertikal, dan pemangku kepentingan.

Tata Ulang Akses Lahan Agar Lebih Adil
Dalam arahannya, Bupati menegaskan Reforma Agraria adalah agenda strategis nasional. Tujuannya menata ulang struktur penguasaan, kepemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar distribusinya lebih berkeadilan.

“Program ini penting bagi Kapuas. Melalui rakor ini kami ingin menyatukan pemahaman, menguatkan komitmen, dan menyusun langkah terarah. Koordinasi lintas sektor jadi kunci keberhasilan,” ujar Wiyatno.

Menurutnya, Kapuas memiliki potensi sumber daya alam besar, namun masih menghadapi tantangan pemerataan akses lahan. Karena itu, sinergi antarinstansi harus diperkuat agar program berjalan optimal.

Sasar Kesejahteraan, Bukan Hanya Soal Tanah
Bupati menjelaskan, Reforma Agraria tidak sebatas pertanahan. Program ini terkait erat dengan pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, sesuai amanat Perpres Nomor 86 Tahun 2018.

Sasarannya luas: menekan ketimpangan penguasaan tanah, menyelesaikan sengketa agraria, meningkatkan kesejahteraan lewat penataan lahan, membuka lapangan kerja, menekan kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga kualitas lingkungan.

GTRA, kata Bupati, punya peran besar sebagai forum koordinasi lintas sektor. Tugasnya menyelesaikan hambatan pelaksanaan melalui kolaborasi antar instansi.

Tegas: Objek Reforma Harus Jelas, Aksi Harus Konkret
Wiyatno meminta rakor menghasilkan kesepahaman soal penetapan objek Reforma Agraria di Kapuas. Tujuannya agar tidak muncul persoalan baru, khususnya yang bersinggungan dengan kawasan hutan.

Ia juga mendorong sinergi kuat antara ATR/BPN, Pemkab, dan seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah strategis yang segera bisa dieksekusi.

“Saya harap rakor ini melahirkan kejelasan objek, memperkuat sinergi, dan rencana aksi konkret. Fokusnya di distribusi tanah, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kelembagaan. Ujungnya harus pada peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.

Menutup rapat, Bupati mengajak GTRA dan seluruh pihak bekerja profesional, transparan, dan akuntabel. Ia berharap semangat kolaborasi GTRA menjadi fondasi program pembangunan lain, demi Kapuas yang maju, sejahtera, dan berkeadilan.

(Fitria Agustina)

Related Articles

Back to top button