DaerahPendidikan

TA 2026/2027, SMP di Kapuas Bebas Pilih Sistem Belajar 5 atau 6 Hari

KUALA KAPUAS, tabloidvisual.com – Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Kapuas memberikan keleluasaan kepada SMP di wilayahnya untuk menentukan sendiri sistem pembelajaran. Sekolah dapat memilih antara sistem lima hari, _full day school_, atau tetap enam hari belajar.

Kebijakan ini disampaikan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kapuas, Franz Yulian, S.E., Senin 13/7/2026. Menurutnya, keputusan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan kondisi lokal.

Keputusan Lewat Musyawarah
Franz menjelaskan, Disdik Kapuas telah menyiapkan dua opsi kalender pendidikan. Satu untuk sistem lima hari, dan satu lagi untuk sistem enam hari.

“Sekolah dipersilakan memilih. Namun harus melalui kesepakatan bersama antara pihak sekolah, komite, dan orang tua siswa. Jadi bukan keputusan sepihak kepala sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada paksaan dari pemerintah daerah. Mekanisme pengambilan keputusan harus demokratis melalui rapat dan voting terbanyak agar tidak menimbulkan polemik.

Pertimbangkan Geografis dan Keamanan
Alasan utama pemberian kewenangan ini adalah kondisi geografis Kapuas yang beragam. Banyak siswa SMP yang rumahnya jauh dari sekolah dan harus menempuh perjalanan cukup lama.

“Di Kapuas, lokasi sekolah tidak semuanya dekat dengan permukiman. Kami khawatir jika menerapkan _full day_ di semua tempat, siswa bisa pulang kemalaman dan berisiko dalam perjalanan,” kata Franz.

Untuk sekolah yang memilih _full day school_, jam belajar diusulkan mulai pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB dari Senin sampai Jumat. Sementara hari Sabtu ditetapkan libur.

Program Keagamaan Tetap Jalan
Franz juga memastikan, apapun pilihan sistem belajarnya, penguatan karakter dan program religius tetap menjadi prioritas.

“Program keagamaan jalan terus. Setiap pagi siswa tetap melaksanakan kegiatan sesuai agama masing-masing sebelum pembelajaran dimulai. Ini berlaku baik untuk sekolah lima hari maupun enam hari,” tegasnya.

Ia berharap perbedaan pilihan sistem tidak menjadi sumber persoalan. Yang terpenting, proses belajar mengajar tetap berjalan lancar dan kualitas pendidikan terus meningkat.

“Harapan kami, mau lima hari atau enam hari, pendidikan di Kapuas tetap berjalan baik. Semua harus berlandaskan musyawarah dan kesepakatan bersama,” pungkasnya. (Fitria Agustina)

Related Articles

Back to top button