5 Persen Tilang Manual Timbulkan Masalah, Efektivitas ETLE di Jawa Barat Dipertanyakan

Jawa Barat, Bandung , tabloidisual.com Senin (31/8/2026) — Penerapan 95 persen tilang ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) di wilayah Jawa Barat masih menjadi sorotan. Pasalnya, penerapan sistem tilang elektronik tersebut dinilai belum sepenuhnya didukung ketersediaan kamera ETLE dan sarana pendukung yang memadai.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas ETLE dalam menekan angka pelanggaran lalu lintas. Sementara itu, penerapan sekitar 5 persen tilang manual juga dinilai berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak disertai pengawasan dan mekanisme yang transparan.
Untuk memperoleh penjelasan mengenai penerapan ETLE di Jawa Barat, Visual mencoba menemui Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, S.I.K., M.H. Namun, upaya tersebut belum berhasil.
Melalui komunikasi melalui telepon seluler, jawaban yang diterima Visual adalah bahwa Dirlantas sedang sibuk dan menyampaikan agar pertemuan dilakukan “nanti saja di lapangan.”
Namun, hingga berita ini disusun, belum ada kepastian mengenai waktu maupun lokasi pertemuan yang dimaksud.
Visual mencatat upaya untuk mendapatkan keterangan langsung dari Dirlantas Polda Jawa Barat telah dilakukan sejak Desember 2025 hingga 31 Agustus 2026. Namun, kesempatan untuk melakukan wawancara secara langsung belum terlaksana.
Visual menilai keterbukaan informasi dari pejabat publik, khususnya mengenai kebijakan lalu lintas yang berdampak langsung kepada masyarakat, penting untuk dijaga. Penjelasan mengenai jumlah kamera ETLE, wilayah cakupan, sarana pendukung, mekanisme penindakan serta evaluasi efektivitas ETLE diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas.
Semboyan “Polri untuk Masyarakat” tentunya diharapkan dapat diwujudkan melalui pelayanan yang terbuka, komunikatif dan humanis, termasuk dalam memberikan informasi kepada insan pers.
Di sisi lain, sejumlah insan jurnalistik senior yang berbincang dengan Visual turut menyampaikan pandangan mengenai sikap Dirlantas Polda Jawa Barat. Namun, Visual tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak dan tetap memberikan ruang kepada Kombes Pol. Raydian Kokrosono untuk memberikan klarifikasi atas berbagai persoalan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Visual masih menunggu penjelasan resmi dari Dirlantas Polda Jawa Barat terkait penerapan ETLE dan porsi tilang manual di wilayah Jawa Barat.
Ferdinand P



